Pendiam tapi menyenangkan, itulah aku, versi diriku sebulan yang lalu. Ya, andai saja mahasiswa jurusan sastra Indonesia itu tidak PKL (Praktek Kerja Lapangan) di sekolahku, tepatnya di kelasku. Hari ini harusnya ulangan bahasa Indonesia dari Ibu Dewi, guru favoritku. Namun nasibku sungguh malang, Ibu Dewi tidak bisa mengajar karena harus menghadiri rapat tiba-tiba yang diadakan di luar kota. Itu kata Pak Udi, pesuruh sekolah. Sebagai penggantinya, seorang mahasiswa yang harusnya praktek di kelas sebelah, dipindahkan praktek ke kelasku. Sebelum aku bernafas untuk ketidakhadiran Ibu Dewi, mahasiswa itu nyelonong ke kelas kami tampa menyapa atau sekedar basa-basi. Semua teman cewekku nampak terpukau karena mahasiswa itu adalah seorang cowok. Tidak ganteng menurutku, ia hanya menang memakai pakaian bermerk, yang meski tertutup jas prakteknya masih saja kelihatan. Dinda yang duduk di depanku tak henti-hentinya memuji.
“Selamat pagi, adik-adik SMA!” ia baru menyapa, mungkin baru ingat.
“Pagi Pak!!” balas mereka tapi tak termasuk aku. Aku diam saja di pojoka
... baca selengkapnya di Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Popular Posts
-
Meskipun negara kita merupakan penghasil beras peringkat 3 di dunia menurut Farm and Ranch Guide mengalahkan Thailand dan Vietnam, tapi k...
-
Pada suatu akhir pekan, seorang pria bernama Malcolm, bertempat tinggal di Vancouver, mengajak tunangannya berjalan-jalan melewati hutan uta...
-
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyatakan daftar rencana pinjaman luar negeri sepanjang 2015-2019 sebesar 34...
-
Bagi kamu pengguna Linux, jangan berfikir kalau segala yang bisa dilakukan di windows, sulit untuk dilakukan di Linux. Misalnya seperti b...
-
Nero Mikro - mikro-perakitan, versi terbaru dari utilitas universal untuk menulis ke konten CD / DVD dan mengedit multimedia. Ini adalah...
0 komentar:
Posting Komentar